Memahami Hukuman Salib dalam Perspektif Intertestamental sampai dengan Perjanjian Baru

Yonatan Alex Arifianto, Joseph Christ Santo

Abstract


The crucifixion of Jesus in Golgotha is an event that has an important significance in Christianity. But little is known about how crucifixion could have taken place in a Jewish environment where the matter of crucifixion was never mentioned expensively in the Old Testament. This paper intends to answer questions about the history of the penalty of the cross from the Intertestamental era to the crucifixion experienced by Jesus during the New Testament. Through literature studies, it was revealed that the punishment of the cross came from Persia adopted by the Greeks, and the Romans continued it as a punishment for the rebels by making the prisoners suffered greatly before his death. For Christianity, the punishment of the cross experienced by Jesus has more meaning than the punishment carried out by innocent people, that is as a substitute punishment that should be experienced by sinful humans.


Abstrak
Penyaliban Yesus di Golgota merupakan peristiwa yang memiliki makna penting dalam kekristenan. Namun tidak banyak diketahui bagaimana penyaliban bisa terjadi di lingkungan bangsa Yahudi yang mana hal penyaliban tidak pernah disebut secara ekspilis dalam kitab Perjanjian Lama. Tulisan ini bermaksud menjawab pertanyaan mengenai sejarah hukuman salib sejak era Intertestamental hingga penyaliban yang dialami oleh Yesus pada masa Perjanjian Baru. Melalui studi pustaka dikemukakan bahwasanya hukuman salib berasal dari Persia yang diadopsi oleh bangsa Yunani, dan bangsa Romawi meneruskannya sebagai hukuman bagi para pemberontak dengan membuat pesakitan sangat menderita sebelum kematiannya. Bagi kekristenan, hukuman salib yang dialami Yesus memiliki makna lebih dari sekadar hukuman yang ditangung oleh orang yang tidak bersalah, yaitu sebagai hukuman penganti yang seharusnya dialami oleh manusia yang berdosa.

Full Text:

PDF

References


Balasuriya, Tissa. Teologi Siarah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Injil Matius Pasal 11-28. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Bergant, Dianne, dan Robert J. Karris. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 2002.

Bermejo, Luis M. Selubung Kirmizi Jejak-Jejak Penyaliban Al Masih. Yogyakarta: Kanisius, 2008.

Chambers, Oswald. Pengabdianku Bagi KemuliaanNya. Jakarta: Duta Harapan Dunia, 2003.

Curtis, Kenneth, Stephen Lang, dan Randy Petersen. 100 Peristiwa Penting Dalam Sejarah Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Eko Riyadi, Pr. Yesus Kristus Tuhan Kita. Yogyakarta: Kanisius, 2011.

V. Indra Sanjaya, Pr. Yesus, Orang Nazaret, Raja Orang Yahudi. Yogyakarta: Kanisius, 2004.

Kuncahyono, Trias. Jerusalem 33 Imperium Romanum, Kota Para Nabi, dan Tragedi di Tanah Suci. Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2011.

Lee, Jaerock. Pesan Salib. Seoul: Urum Book, 2007.

Lee, Witness. Garis-garis Besar Injil 1. Surabaya: Yayasan Perpustakaan Injil, 2001.

Lingga, Elson. Firman Hidup 69. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Nielsen, J.T. Tafsiran Alkitab: Kitab Injil Matius 23-28. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Stott, John. Kristus yang Tiada Tara. Surabaya: Momentum, 2013.

Sumiwi, Asih Rachmani Endang. “Gembala Sidang Yang Baik Menurut Yohanes 10: 1-18.” Harvester, no. 4 (2019): 2. http://e-journal.sttharvestsemarang.ac.id/index.php/harvester/article/view/16.

Telaumbanua, Elianus. “Pemimpin sebagai Gembala Berdasarkan Injil Yohanes 10:1-18.” Jurnal Bijak 2, no. 1 (2018): 66–109.

Wahono, S. Wismoady. Di Sini Kutemukan: Petunjuk Mempelajari dan Mengajarkan Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Walker, Peter. In The Steps of Jesus. Yogyakarta: Kanisius, 2010.

Widyamadja, Josef P. Kebangsaan dan Globalisasi dalam Diplomasi. Yogyakarta: Kanisius, 2005.

Yewangoe, Andreas Anangguru. Agama dan Kerukunan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Zaluchu, Sonny Eli. “Penderitaan Kristus sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia.” DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 2, no. 1 (2017): 61–74. www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis.

———. “Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif di Dalam Penelitian Agama.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1 (2020): 28–38.




DOI: https://doi.org/10.47166/sot.v3i1.20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://www.sttpaulusmedan.ac.id/index.php/sotiria.

SOTIRIA telah terindeks pada situs:

       
e-ISSN: 2685-3493

p-ISSN: 2685-354X

Copyright© SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen), 2019. All Rights Reserved.