Mereduksi Superioritas dan Mengamalkan Sila Kemanusian yang Adil dan Beradab dalam Perspektif Kristiani

Yonatan Alex Arifianto

Abstract


The diversity of the Indonesian population on the one hand is the strength of the Indonesian nation, but it can also be a trigger for the disintegration of fellow nation's children. The number of SARA conflicts that occurred after the reformation gave rise to superiority in various levels of society to the superiority of religion. Through this paper, the writer describes reducing superiority and practising just and civilized human precepts. Using descriptive qualitative research methods, it can be concluded that in order to reduce superiority and also in practising the precepts and norms contained therein, what needs to be done as follows: First, every child of the nation must be able to eliminate the sense of superiority from all sides towards respect for others by reducing the wrong paradigm of the nature of humanity. Second, continue to strengthen and continue to practice unity and integrity as the basis of the nation and state. Third, believers can see the human side from a Christian perspective which can be a guide in actualizing the Christian faith in upholding human values.


Abstrak
Keberagaman penduduk Indonesia di satu sisi merupakan kekuatan bangsa Indonesia, namun juga dapat menjadi pemicu disintegrasi sesama anak bangsa. Banyaknya konflik SARA yang terjadi setelah reformasi, menimbulkan superioritas diberbagai lapisan masyarakat sampai kepada superioritas agama. Melalui tulisan ini penulis mendeskripsikan tentang mereduksi superioritas seba-gai pengamalan sila “Kemanusian yang adil dan beradab”. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskritif, dapat disimpulkan bahwa untuk mereduksi superioritas dalam mengamalkan sila dan norma yang terkandung di dalamnya maka yang perlu dilakukan sebagai berikut: Pertama, setiap anak bangsa harus dapat menghilangkan rasa superior atas sikap menghargai sesama dengan mere-duksi paradigma hakikat kemanusiaan yang salah. Kedua, tetap memperkokoh dan terus meng-amalkan persatuan dan kesatuan sebagai dasar hidup berbangsa dan bernegara. Ketiga, orang percaya dapat melihat sisi kemanusiaan dalam perspektif Kristiani yang dapat menjadi tuntunan untuk mengaktualisasi iman Kristen dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Full Text:

PDF

References


Arifin, Ridwan, and Lilis Eka Lestari. “Penegakan Dan Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Indonesia Dalam Konteks Implementasi Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.” Jurnal Komunikasi Hukum (JKH) 5, no. 2 (2019): 12–25. https://doi.org/10.23887/jkh.v5i2.16497.

Aristin, Rini. “Aktualisasi Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Di Era Reformasi.” Aspirasi : Jurnal Ilmiah Administrasi Negara 1, no. 1 (2016): 27–36. http://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_aspirasi/article/view/39/24%0Ahttp://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_aspirasi/article/view/39.

Asmaroini, Ambiro Puji. “Menjaga Eksistensi Pancasila Dan Penerapannya Bagi Masyarakat Di Era Globalisasi.” JPK: Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan 1, no. 2 (2017): 50–64.

Ayu, Felisia Mega Sri, and Anita Trisiana. “Penguatan Pancasila Dalam Perbuatan (Alternatif Tindakan Kuratif Di Era Globalisasi).” Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 4, no. 2 (2018): 14–19.

Benuf, Kornelius. “Politik Hukum Legislator Dan Ideologi Pancasila.” Gema Keadilan 5, no. 1 (2018): 85–92.

Busroh, Firman Freaddy. “Upaya Pencegahan Korupsi Melalui Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila.” Jurnal Ilmiah Lex Publica IV, no. 1 (2017): 631–44.

Febriansyah, Ferry Irawan. “Keadilan Berdasarkan Pancasila Sebagai Dasar Filosofis Dan Ideologis Bangsa.” DiH: Jurnal Ilmu Hukum 13, no. 25 (2017): 1–27. https://doi.org/10.30996/dih.v13i25.1545.

Hannas, Hannas, and Rinawaty Rinawaty. “Apologetika Alkitabiah Tentang Penciptaan Alam Semesta Dan Manusia Terhadap Kosmologi Fengshui Sebagai Pendekatan Dalam Pekabaran Injil.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 4, no. 1 (2019): 55–74.

Karimah, Umiarti. “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Perspektif Al-Quran (Studi Komparatif Tafsir Al-Misbah Dan Al-Huda),” 2018. http://repository.iiq.ac.id/handle/123456789/753.

Krisnamukti, Bagus Pradhana, Kadek Gita Hartini Dhamayanti, Yovita Maharani, and Shania Aliyya Putri. “Nilainilai Pancasila Menjadi Pedoman Atau Normal Bagi Masyarakat Dalam Kehidupan Sosial Yang Terdapat Kemajemukan Suku, Budaya, Ras Dan Agama Untuk Tetap Saling Menjaga Persatuan Dan Kesatuan, Menjaga Kerukunan, Serta Menghindari Sikap Etnosentrisme.” Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila Dan Kewarganegaraan 6, no. 1 (2020): 66–72.

Kristiono, Natal. “Penguatan Ideologi Pancasila Di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang.” Harmony 2, no. 2 (2017): 193–204.

Lestari, Sulistyani Eka. “Kajian Islam Terhadap Sila Kedua Dalam Pancasila Sebagai Penjaga Multikulturalisme.” Pendidikan Multikultural 3, no. 2 (2019): 190–206. https://doi.org/10.33474/multikultural.v3i2.4759.

Pranarka, A.M.W. Sejarah Pemikiran Tentang Pancasila. Jakarta: Yayasan Proklamasi, 1985.

Rosana, Ellya. “Eksistensi Pancasila Sebagai Kontrak Sosial Umat Beragama.” Jurnal Tapis: Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam 13, no. 2 (2017): 1–17.

Samarenna, Desti. “Penghayatan Dan Pengalaman Pancasila Dalam Refleksi Matius 22: 37-40.” JURNAL TERUNA BHAKTI 3, no. 1 (2020): 36–47.

Simanjuntak, Supriardoyo, and Kornelius Benuf. “Relevansi Nilai Ketuhanan Dan Nilai Kemanusiaan Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” DIVERSI : Jurnal Hukum 6, no. 1 (2020): 22–46. https://doi.org/10.32503/diversi.v6i1.890.

Soejadi. Pancasila Sebagai Sumber Tertib Hukum Indonesia. Yogyakarta: Lukman Offset, 1999.

Sumbulah, Umi. “Pluralisme Dan Kerukunan Umat Beragama Perspektif Elite Agama Di Kota Malang.” Analisa Journal of Social Science and Religion 22, no. 1 (2015): 1–13.

Sutono, Agus, and Supriyono Purwosaputro. “Aksiologi Pancasila.” Jurnal Ilmiah Civis 8, no. 2 (2019): 67–86.

Umrati, and Hengki Wijaya. Analisis Data Kualitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan. Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2020.

Wibisono, Gunawan. “Membendung Paham Radikalisme Agama Dan Ekstrim Kiri Dalam Mempertahankan Eksistensi Pancasila.” Communitarian 1, no. 1 (2018).

Wungow, Jefri. “Indonesianisasi Kritologi Perikemanusiaan Dan Kristologi: Aplikatif Sila Kedua Pancasila Dalam Kekristenan.” RHEMA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika 4, no. 2 (2018).

Yanto, Dwi. “Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Dalam Kehidupan Sehari-Hari.” Ittihad 14, no. 25 (2016): 35–45. https://doi.org/10.18592/ittihad.v14i25.860.

Yunitasari, Dukha. “Mengupas Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Pendidikan Dan Implikasinya.” Pelita Bangsa Pelestari Pancasila 13, no. 1 (2018): 77–93.




DOI: https://doi.org/10.47166/sot.v4i1.35

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://www.sttpaulusmedan.ac.id/index.php/sotiria.

SOTIRIA telah terindeks pada situs:

       
e-ISSN: 2685-3493

p-ISSN: 2685-354X

Copyright© SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen), 2019. All Rights Reserved.